Palestina,Negri Kiblat Pertama


By. A. Ajidin

Umat Islam diseluruh belahan dunia pasti akan ingat sebuah peristiwa yang sangat besar, yang sangat mengagumkan bagi umat Islam khususnya dan umumnya bagi seluruh umat manusia di dunia. Dimana  sosok seorang manusia yang mulia yaitu; Nabi Muhammad saw. telah di Isra dan di Mi’rajkan oleh Sang Maha Pencipta alam semesta.

Sebagai tanda dari kekuasaan-Nya, serta merupakan hadiah untuk kekasihnya yang Dia sayangi. Hal ini, menandakan bahwa Tuhan memberikan hadiah kepada siapa saja dari hambaNya yang taat terhadap ajaran dan risalah yang dibawa oleh Rasul-Nya. Para pembaca yang budiman akan penulis  bawa sebentar untuk berimajinasi, berfatamorgana, dan merenungkan sebentar. Untuk bisa mengenang peristiwa-peristiwa yang besar, bersejarah dan mengagumkan itu, yang terjadi di negeri Palestina yang kita cintai ini.

Palestina terletak di bagian barat benua Asia yang membentang antara garis lintang meridian 15 – 34 dan 40 – 35 ke arah Timur, dan antara garis lintang meridian 30-29 dan 15-33 ke arah Utara, itulah negara Palestina yang kita kenal. Negara yang memiliki posisi penting di ketiga agama, Islam, Kristiani, dan Yahudi. Disana juga terdapat Al-Quds, pusat Isa Al-Masih menyebarkan dakwahnya, disamping juga terdapat kenang-kenangan ritual tersendiri bagi Umat Kristen terhadap bekas-bekas peninggalan beliau. Seperti halnya kawasan ini juga mempunyai tempat istimewa dikalangan Umat Islam. Di tempat ini terdapat Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama Umat Islam. Sedangkan bagi kaum Yahudi Al-Quds merupakan kota bernilai sejarah tinggi, setelah hampir 15 abad dibangun. Kekuasaan raja-raja mereka bercokol selama hampir 70 tahun. Dari sanalah mungkin bangsa Yahudi ingin selalu mengusai daerah Palestina. Karena melihat peninggalan nenek moyangnya yang sangat bernilai. Itulah mungkin salah satu alasan kenapa, bangsa Yahudi sekarang selalu ingin menguasai negara tersebut. (baca: sejarah Palestin).

Memang  negara Palestina dari dahulu kala sampai sekarang akan selalu menjadi sejarah bagi umat Islam. Dan negeri Palestina ini, akan selalu menjadi pusat kajian Timur Tengah. Karena seorang pengamat politik, atau peneliti sejarah sekalipun, rasa-rasanya tidak sempurna, jika dia tidak mencermati negeri itu.Yang dimana, disana Tuhan telah menurunkan beberapa Nabi untuk menyampaikan risalah-Nya bagi umat manusia. Agar mereka beriman kepada-Nya. Akan tetapi setiap risalah yang disampaikan melalui para utusan-Nya selalu ditentang oleh para pengikut-pengikutnya. Mungkin hal itu, sudah menjadi suratan takdir yang tidak bisa dihindarkan lagi. Sebagaimana nabi Sulaiman as, nabi Daud as, nabi Yusuf as, nabi Isa as, sampai nabi akhir zaman sekalipun Muhammad saw. sebagian dari mereka menolak dan tidak beriman kepada risalah yang di bawanya.

Yang selalu menjadi pertanyaan penulis, kenapa negara Palestina yang merupakan “Kiblat Pertama” bagi umat Islam tidak pernah kunjung sepi dari penjajahan, penindasan, peperangan, dan pengusiran. Mungkin bisa jadi, untuk menjawab pertanyaan itu, kita harus bisa melihat zaman Pra Sejarah, yang dimana pada masa itu juga, tidak terlepas dari peperangan, dan penjajahan. Bisa jadi, hal itu terus berlanjut sampai sekarang ini.

Selanjutnya, kita bisa melihat betapa banyak peninggalan nenek Moyang kita, di negeri yang di Sucikan itu (al-Ard Muqaddasah). Konon dalam sejarah, Palestina merupakan tempat tujuan nabi Musa, ketika beliau pulang dari gunung Sinai untuk menerima wahyu dari Tuhannya. Tetapi sepulang beliau dari gunung Sinai untuk kembali lagi kepada Kaumnya, untuk menyampaikan risalah yang di terimanya. Akan tetapi sebaliknya mereka malah menyembah Sapi dan menentang dakwahnya, bahkan mereka mengolok-olokannya. Sebenarnya beliau berdakwah, agar mereka menyembah Tuhan Yang Maha Esa. Dengan melihat keadaan seperti itu, beliau sangat marah sekali, dan langsung beliau mengajak sebagian kaumnya untuk keluar dari negeri Mesir menuju Palestina.

Sebenarnya penulis, sangat ingin sekali melihat peninggalan-peninggalan ritual yang ada di negeri Palestina tersebut. Agar bisa melihat langsung tempat yang menjadi pijakan Para Nabi berdakwah, dalam menyebarkan agamanya. Sebagaimana kita bisa melihat peninggalah sejarah nabi Musa digunung Sinai, konon katanya beliau menerima wahyu disana. Sebagaimana orang yang pernah Haji akan melihat Ka’bah, dan masjid Nabawi secara langsung bukan hanya melihat dari TV, dan membaca sejarahnya. Begitu juga orang yang pernah pergi ke Yordania bisa melihat Laut Mati, Gua Ashabul Kahfi, walau hanya beberapa hari saja. Akan tetapi dia bisa menikmati keindahan peninggalan sejarah umat Islam pada waktu itu, serta bisa melihat dan merenungkannya.

Penulis juga, hanya bisa menuliskan dan mengilustrasikan tulisan tentang negeri Palestina yang merupakan Kiblat Pertama ini melalui pengamatan dan bacaan sejarah yang pernah penulis pelajari. Dan sayangnya penulis, tidak bisa menuliskan sejarah itu berdasarkan pengamatan penulis langsung. Karena penulis belum pernah menginjakan kaki ke negeri Palestina tersebut. Mudah-mudahan di kemudian hari bisa menuliskan sejarah tersebut, berdasarkan realitas yang pernah penulis alami. Sebagaimana saudari kita, telah menuliskan tentang “Yordania, Negeri Nabi Dengan Sentuhan Romawi”, berdasarkan pengalaman yang dia alami sendiri. Akan tetapi, mudah-mudahan tidak menjadikan kurangnya informasi yang penulis tulis disini.

Mungkin kita juga bisa melihat keadaan negeri Palestina sekarang ini, bagaikan negeri yang tidak Suci lagi. Karena penjajah terus-menerus ingin mencaplok negeri tersebut. Walau pun usaha diplomasi, dan perundingan damai selalu dilakukan akan tetapi belum membuahkan hasil. Malah yang ada sekarang Israel sudah mulai mengutak-atik masjid al-Quds. Akankan terus berlanjut negeri itu, menjadi negeri yang mengandung sejarah, atau malah akan menjadi musnah sejarah yang ada disana. Ya, kita semua tidak tahu, apa yang akan terjadi selanjutnya. Kalau seandainya kita umat Islam tidak mempertahankan peninggalan sejarah ritul itu, dengan pasti kita tidak akan pernah melihat lagi negeri itu sebagai negeri yang pernah menjadi Kiblat umat Islam yang pertama.

Terakhir, mudah-mudahan anda atau penulis bisa menginjakan kaki di negeri itu. Dan bisa menikmati kejayaan sejarah umat Islam. Dengan pasti negeri itu, dalam keadaan aman, dan sudah terbebas dari penjajahan Israel. Tapi kalau anda ingin ikut berjuang pergi kesana untuk berjihad membebaskan negeri Palestina yang menjadi daerah Kiblat pertama bagi umat Islam.  Penulis kira hal itu, harus dipertimbangkan secara jauh dan lebih matang dengan pemikiran yang jernih. Agar tidak bertindak dengan gegabah dan sembrono. Wallahu ‘alam.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: